Obligasi Global Memilliki Gap Yang Lebih Tinggi Pada Saat Pembukaan
(Vibiznews – Obligasi) - Obligasi global INDO memiliki gap yang lebih tinggi pada saat pembukaan demikian juga CDS yang lebih ketat. Harga obligasi global INDO naik 2 – 4 poin (30-110 bps) sepanjang kurva. Pasar sedang bergerak ke atas tanpa adanya transaksi yang dilaporkan. INDO CDS tenor 5 tahun ditutup lebih ketat pada 750/800 (- 105 bps) juga tanpa transaksi yang dilaporkan. Laporan terakhir transaksi yang dilaporkan pada harga 775 dalam overnight US.
Sementara itu obligasi FR02, ORI003, ORI004, harga mengalami penurunan sebaliknya yield meningkat sebagai berikut: penurunan terbesar 1.75 poin padaORI003 sedangkan terendah 0.2 poin pada FR02, sebaliknya yield meningkat paling tinggi 0.86 poin pada ORI003 dan terendah 0.01 poin pada ORI002. Sedangkan obligasi FR15, FR27 , FR34, FR37, ORI001 dan ORI005 harga mengalami peningkatan sebaliknya yield mengalami penurunan. Peningkatant harga obligasi tertinggi 8.4 poin pada FR34 dan terendah 0.25 poin pada ORI001. Sebaliknya yield mengalami penurunan tertinggi sebesar 2.06 poin pada FR34 dan terendah 0.29 poin pada ORI005. (BD)
Ref : Obligasi
Krisis Global : Pemerintah Kurangi Obligasi Global Tahun Depan
(Vibiznews – Obligasi) – Akibat terus memburuknya situasi pasar keuangan Global, pemerintah akan mengkaji untuk menurunkan emisi obligasi negar dengan denominasi dolar tahun depan. Pemerintah memperkirakan bahwa pada tahun depan hanya akan menerbitkan obligasi maksimal 50% dari total penerbitan obligasi global tahun ini yang sebesar US$ 4,2 Milyar. Pengurangan ini dikarenakan pada tahun depan permintaan akan obligasi akan melemah seiring dengan krisis global.
Analisis Divisi Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat langkah ini cukup tepat. Selain karena permintaan akan obligasi yang akan berkurang, masih buruknya situasi pasar saat ini juga akan membuat imbal hasil yang diminta investor akan tinggi seiring dengan naiknya premi resiko. Hal ini tentunya akan memberatkan beban anggaran pemerintah nantinya. Selain itu terus memburuknya rupiah saat ini juga akan membuat mismatch mata uang di anggaran pemerintah semakin meningkat.
Untuk itu sebaiknya pemerintah mengoptimalkan penerimaan negara yang ada khususnya dari pajak dan juga melakukan efisiensi belanja negara. Pemerintah harus melakukan prioritas belanja negara pada tahun depan karena tahun depan kondisi likuiditas masih ketat sehingga masih sulit mencari pendanaan eksternal. Apalagi privatisasi BUMN juga kemungkinan tidak akan banyak mendapatkan dana karena masih buruknya outlook pasar modal saat ini.
Sementara itu berinvestasi dalam obligasi negara khususnya di ORI saat ini cukup menarik bagi investor. Hal ini karena investasi di ORI itu aman dan tidak beresiko (risk free). Hal ini karena pemerintah adalah lembaga yang default free. Selain itu imbal hasil yang ditawarkan saat ini sangat menarik bila dibandingkan dengan deposito.
Rata-rata ORI yang beredar saat ini menawarkan yield atau imbal hasil sebesar 15-18%. Hal ini tentunya jauh lebih besar dari BI rate yang saat ini sebesar 9,5%. Pada awal bulan nanti BI diperkirakan akan menurunkan suku bunga. Hal ini tentunya akan membuat harga ORI pada bulan depan akan naik sehingga investor dapat memperoleh capital gain. (CH)
Ref : Obligasi
Harga Obligasi Rupiah Turun 50 sen Meskipun Terdapat Keuntungan Besar Dalam Index Regional
Harga obligasi Rupiah turun 50 sen, meskipun terdapat keuntungan besar dalam index regional. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam Fundamental domestic di samping Pemerintah sedang mengusahakan untuk membiayai kekurangan anggaran pemerintah melalui pinjaman dari World Bank & Australia.
Mereka juga merencanakan untuk menjual hutang kepada propinsi-propinsi yang kaya akan minyak. Hari ini hanya terlihat transaksi atas FR33 yang diperdagangkan di 84.5% (17.87%), FR27 pada harga 68.5 (17.83%) dan SPN3 pada 14%. Sepanjang USD jauh lebih kuat dari mata uang lainnya dalam region, kita melihat obligasi Rupiah tetap dalam tekanan.
Obligasi global INDO dibuka lebih kuat pada sisi harga belli dengan CDS yang lebih ketat. Harga obligasi INDO naik 1-5 poin tanpa perdagangan yang dilaporkan. INDO CDS tenor 5 tahun dibuka 850/900, diquote sangat ketat pada 780/850 dan ditutup melebar pada 855/890.(BD)
Ref : Obligasi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment