Rabu, 10 Agustus 2011 08:10 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual), Kementerian Keuangan memutuskan untuk tidak menerima penawaran dari investor dalam lelang surat utang negara (SUN) hari ini. Alasannya adalah karena investor meminta imbal hasil (yield) tinggi akibat gejolak di pasar.
Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto menuturkan, pada lelang SUN hari ini target yang ingin didapat pemerintah adalah Rp 7 triliun. Namun penawaran yang amsuk Rp 10,573 triliun.
Berdasarkan lelang SUN total penawaran yang masuk mencapai Rp 10,573 triliun, jauh melebihi target indikatif pemerintah sebesar Rp7 triliun. Namun, dari penawaran tersebut pemerintah tidak memenangkan satu pun.
Namun imbal hasil yang diminta oleh para investor tinggi di atas patokan yang diinginkan pemerintah. "Tidak ada yang kita menangkan, karena bid (penawaran) yang dilakukan melewati benchmark (patokan)," ujar Rahmat dalam jumpa pers, di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (9/8/2011).
Menurutnya, pertimbangan tersebut diambil melihat kecenderungan kondisi pasar yang saat ini sedang bergejolak, jadi bisa saja para investor tersebut melakukan tes terhadap pasar.
"Karena kalau kita terima bid tinggi artinya obligasi kita sangat rendah, jika kita ambil maka akan adabenchmark baru, dan akan mengkoreksi benchmark sebelumnya, itu sangat berbahaya. Jadi kami putuskan tidak mengambil hasil lelang sama sekali," pungkasnya.
Diketahui, keenam SUN yang dilelang hari ini adalah:
1. Seri SPN2011 I 110 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo tanggal 10 November 2011 ;
2. Seri SPN20 1208 10 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo tanggal 10 Agustus 2012;
3. Seri FRO055 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,375 persen, dan jatuh tempo pada tanggal 15 September 20 16. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Maret dan 15 September;
4. Seri FRO053 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8.250 persen, jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2021. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli;
5. Seri FRO056 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375 persen, jatuh tempo pada tanggal 15 September 2026. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Maret dan 15 September;
6. Seri FRO057 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,5 persen, jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2041. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Mei dan 15 November.
Namun demikian Rahmat menyatakan pihaknya tetap akan menerbitkan SUN secara reguler hingga November. Bahkan jika diperlukan penawaran tetap dilakukan pada Desember.
"Kita tetap mengeluarkan secra reguler sampai November, kalau memerlukan lelang lagi bisa kita lakukan Desember. Untuk Samurai Bond sudah jelas tidak akan kita terbitkan tahun ini," tandasnya.
sumber : www.vibiznews.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment