Wednesday, September 14, 2011

Obligasi Rupiah Mendapat Tekanan Atas Keluarnya Dana Asing


Selasa, 13 September 2011 18:53 WIB

Liburnya Hong Kong menyebabkan hari yang suram tidak aktifnya perdagangan surat berharga negara. Harga secara marginal tidak berubah meskipun harga penutupan kemarin malam
lebih baik . Indon 21 tercatat dengan harga 106.375 (T+212) atas aktivitas perdagangan bank lokal, hampir sama dengan penutupan kemarin. Indon tenor 5 tahun ditawarkan 187/191 ( tidak berubah).

Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 2.27% / 2.08%
Indon 15 2.59% / 2.36%
Indon 20 3.86% / 3.79%
Indon 21 4.08% / 4.05%
Indon 35 5.23% / 5.17%
Indon 38 5.27% / 5.22%

Departemen Keuangan meraup dana 8 triliun rupiah dari lelang obligasi hari ini, melampaui target indikasinya 7 triliun rupiah. Total penawaran mencapai 19.15 triliun rupiah. Departemen Keuangan menjual 1.7 triliun rupiah surat berharga negara tenor 1 tahun dengan imbal hasil rata-rata 4.5%, 650 milyar obligasi tenor 10 tahun dengan imbal hasil 6.70%, 3.65 triliun rupiah obligasi dengan tenor 16 tahun dengan imbal hasil 7.17%, dan 2 triliun rupiah obligasi tenor 30 tahun dengan imbal hasil 7.71%. Tidak ada penjualan atas surat berharga tenor 3 bulan meskipun menerima permintaan sebesar 1.3 triliun rupiah. Sementara itu, dalam pasar sekunder, obligasi rupiah mendapat tekanan atas keluarnya dana asing pada sore ini setelah pengumuman hasil lelang. Obligasi tenor 10 tahun FR53 adalah yang paling aktif diperdagangkan hari ini, tercatat imbal hasil 6.83% (+13 bps). Obligasi dengan tenor lebih panjang juga diperdagangkan menurun seperti obligasi tenor 20 tahun dengan imbal hasil 7.51% (+ 10 bps).

Yield indikatif:
1 tahun SPN38 4.50%
3 tahun FR26 5.62%
5 tahun FR55 6.08%
10 tahun FR53 6.83%
15 tahun FR56 7.17%
20 tahun FR54 7.51%

No comments: