Rabu, 26 Oktober 2011 08:35 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual) Investasi di industri dana pensiun capai Rp 20 triliun di akhir Agustus 2011, naik 15% dari posisi akhir tahun lalu Rp 17 triliun. Jumlah perusahaannya ikut bertambah meski tidak banyak.
Sebagian besar dana investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) diinvestasikan pada portofolio Deposito sebesar 54,26% (naik 5.04% dibandingkan 31 Desember 2010), SBI 1,79% (turun 0.37% dibandingkan 31 Desember 2010), Saham 4,94% (turun 0.89% dibandingkan 31 Desember 2010), Obligasi sebesar 11,75%, Reksadana sebesar 5,27% (naik 3.06% dibandingkan 31 Desember 2010), dan Surat Berharga Pemerintah sebesar 21,03% (turun 7.45% dibandingkan 31 Desember 2010).
Asosiasi DPLK menyadari manfaat pensiun merupakan aspek penting di saat karyawan tidak bekerja lagi. Oleh karena itu, pengelolaan dana dan investasi DPLK dilakukan secara prudent, berorientasi jangka panjang, dan pilihan jenis investasi harus disesuaikan dengan profil resiko para peserta.
Menurut Ketua Umum Asosiasi DPLK Nicky Theng, saat ini masih banyak perusahaan yang belum memberikan program pensiun kepada karyawannya. Ia mengimbau perusahaan untuk menyediakan program pensiun sebagai bagian untuk meningkatkan produktifitas dan loyalitas karyawan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
"Kita harus berupaya mengurangi atau menghindari ketergantungan para pensiunan terhadap keluarga setelah masa purnabakti nanti," kata Nicky dalam siaran pers, Selasa (25/10/2011).
Menurutnya, pemberian program pensiun kepada karyawan oleh perusahaan sangatlah penting, sebagai bentuk jaminan hari tua. Dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dinyatakan bahwa pemberi kerja harus memberikan manfaat yang sesuai terhadap karyawannya pada saat berhenti kerja, mencapai usia pensiun, cacat tetap dan total, serta meninggal dunia.
Program pensiun merupakan fasilitas program kesejahteraan yang menjadi hak karyawan, di samping dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya.
"Pada tahun 2011 ini, kami berharap industri DPLK di Indonesia dapat meraih pertumbuhan minimal 22%.
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment