Kamis, 06 Oktober 2011 18:00 WIB
Pasar menghadapi data Amerika yang positif 3 hari berturut-turut. Menyebabkan harga saham meningkat dan langsung mempengaruhi perdagangan obligasi dengan yield tinggi serta obligasi negara untuk (Vibiznews-Bonds&Mutual) 2 hari terakhir ini. Hal ini menyebabkan harga meningkat. Harga obligasi Indon lebih tinggi 1.75 poin, dengan Indon 21 diperdagangkan meningkat menjadi 101.50 (4.68%) dengan spread T +281 bps. Volume juga tetap kecil. Indo CDS tenor 5 tahun dalam kisaran 290/300 (-10 bps).
Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 3.79% / 3.37%
Indon 15 4.17% / 3.88%
Indon 20 4.73% / 4.59%
Indon 21 4.71% / 4.65%
Indon 35 5.83% / 5.71%
Indon 38 5.84% / 5.71%
Dimulai dengan hari yang sepi pagi ini untuk obligasi rupiah, namun BI kontinyu menjadi penawar di pasar. Sesi sore berubah secara drastis. Setelah terkoreksi kemarin, pasar mengalami technical rebound dibandingkan dengan aktif di pasar sekunder. Obligasi seri baru yang diterbitkan melalui lelang 2 hari yang lallu ( yaitu FR60 tenor 6 tahun dan FR61 tenor 11 tahun) didominasi melalui aktivitas perdagangan. Nantinya, BI juga akan mengadakan lelang kembali untuk melakukan buy back obligasi jangka panjang. Pasar melakukan tender obligasi dengan niali 582 milyar dengan 80% diantaranya adalah obligasi benchmark tenor 10 tahun. BI akhirnya menyerap hanya 107 milyar rupiah.
Yield indikatif:
1 tahun SPN31 5.75%
3 tahun FR26 6.10%
5 tahun FR55 6.18%
10 tahun FR53 7.03%
15 tahun FR56 7.37%
20 tahun FR54 7.75%
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment