Senin, 10 Oktober 2011 11:00 WIB
Penjualan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 disambut masyarakat. Hari pertama penjualan, jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 1,885 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, Sabtu (8/10/2011).
"Hari pertama pemesanan sdh Rp1,885 triliun dari 2.937 investor individu. Luar biasa, memecah rekor sepanjang sejarah penerbitan ORI selama ini," cetus Rahmat.
Menurut Rahmat, untuk situasi krisis ORI merupakan instrumen investasi paling aman karena dijamin negara. Selain itu, kupon atau bunga ORI008 sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%.
"ORI bisa diperdagangkan dibanding deposito tidak bisa diperdagangkan," kata Rahmat.
Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. "Tapi taruh uang di deposito yang dijamin hanya Rp 2 miliar dengan bunga penjaminan lebih rendah yaitu 7,25%," tukas Rahmat.
Seperti diketahui, ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011.
Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni:
Bank UOB Indonesia
Citibank, N.A
PT ANZ Bank Panin
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Ciptadana Securities
PT Danareksa Sekuritas
PT Kresna Graha Securindo
PT Lautandhana Securindo
PT Mega Capital Indonesia
PT Reliance Securities Tbk
PT Sucorinvest Central Gani
PT Trimegah Securities Tbk
Standard Chartered Bank
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
Sebelumnya pemerintah telah lima kali menerbitkan ORI hingga ORI 007 pada Agustus 2010 lalu. Dana penerbitan ORI tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment