Rabu, 16 November 2011 18:58 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual) Di tengah suasana yang sepi, harga obligasi rupiah lebih rendah 0.5 poin untuk beberapa seri yang likuid. Sempat melemah saat pembukaan karena melemahnya kondisi di Eropa yang memicu penurunan posisi namun akhirnya BI melakukan intervensi pada sesi sore hari untuk mencegah penurunan lebih lanjut dengan menawar obligasi benchmark tenor 10 tahun. Namun, pada akhir hari, yield lebih tinggi 4 bps dari penutupan kemarin untuk obligasi jangka menengah dan 8 bps untuk obligasi jangka panjang.
Yield indikatif:
1 tahun SPN44 5.00%
3 tahun FR26 5.37%
5 tahun FR55 5.52%
10 tahun FR53 6.26%
15 tahun FR56 6.85%
20 tahun FR54 7.28%
Hari yang relatif volatile hari ini karena adanya pergerakan saham. Obligasi Indon pada awalnya diperdagangkan buruk karena saham negatif disebabkan adanya tekanan jual, namun demikian pasar rebound pada sore hari saat saham berubah arah setelah ECB membeli obligasi Italy dan Spanyol untuk menjaga pasar. Pada akhir hari, harga umumnya tidak berubah dari level harga kemarin. Obligasi PLNIJ 21 yang baru dihargai semalam dengan yield 5.625% ( kupon 5.50% dan harga penerbitan 99.054), jumlah yang diterbitkan adalah US$ 1 milyar dengan nilai buku US$ 5.5 milyar. Hal ini sempat diperdagangkan pada pagi hari dengan harga 100.00 sebelum tekanan jual yang disebabkan oleh aksi profit taking dan melemahnya saham mendorong harga turun menjadi 99.20, namun akhirnya rebound dan ditutup dengan harga 99.625. Indo CDS tenor 5 tahun dalam kisaran 215/220 (+10 bps).
Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 2.96% / 2.53%
Indon 15 3.13% / 2.84%
Indon 20 4.02% / 3.92%
Indon 21 4.12% / 4.06%
Indon 35 5.18% / 5.07%
Indon 38 5.25% / 5.14%
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment