Senin, 28 November 2011 09:25 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual) Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan akan menerbitkan surat utang secara hati-hati. Hal ini didasari oleh kondisi ekonomi global yang belum aman.
Agus Marto menyatakan pihaknya akan memperhatikan realisasi penyerapannya oleh Kementerian/Lembaga (K/L) untuk melakukan pembiayaan melalui utang. Pasalnya, meskipun pembiayaan belanja melalui utang hampir mencapai target tetapi tidak disertai dengan penyerapan yang baik dari K/L.
"Saya masih akan kaji karena pembiayaan itu kita mesti lihat dari banyak aspek, kita mempersiapkan dana untuk APBN, dan kita harus yakini bahwa penarikan dana oleh KL realisasinya itu cukup memadai sehingga tersedia dana," ujarnya di Jakarta, akhir minggu ini, (25/11/2011).
Apalagi, lanjut Agus Marto, kondisi global yang belum aman. Hal ini membuat pemerintah akan pikir-pikir lagi untuk tambah pembiayaan melalui utang.
"Kita juga musti pelajari kondisi global karena yang diantisipasi adalah akan ada likuiditas,ada sorotan terhadap likuiditas dan itu membuat kita harus hati-hati mengelola (utang)," tegasnya.
Namun, jika penerimaan pajak tidak mencapai target, Agus Marto menyatakan mungkin saja pembiayaan melalui utang tetap digunakan untuk pembiayaan belanja negara pada awal tahun 2012 mendatang.
"Tetapi dana itu juga sesuai dengan anggaran bisa dipakai untuk jaga-jaga pengeluaran di awal tahun karena penerimaan pajak belum memadai dan apabila kita ingin realisasi lebih cepat itu kita perlu dana," pungkasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment