Sunday, September 11, 2011

Pemerintah Melelang Lima Surat Utang Negara Rp 7 Triliun

Jumat, 09 September 2011 10:00 WIB


Pemerintah berencana untuk melakukan lelang lima Surat Utang Negara (SUN) guna memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2011 dengan target indikatif sebesar Rp7 triliun.

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis malam, lelang tersebut akan dilakukan pada 13 September 2011.

Lima seri SUN tersebut adalah seri SPN03111214 (penerbitan baru) merupakan SUN dengan jangka waktu tiga bulan, dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 14 Desember 2011.

Seri SPN12120914 (penerbitan baru) merupakan SUN dengan jangka waktu 12 bulan, dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 14 September 2012.

Kemudian seri FR0053 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25 persen, jatuh tempo 15 Juli 2021 dan pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli.

Seri FR0059 (penerbitan baru) dengan tingkat bunga tetap, jatuh tempo 15 Mei 2027 dan pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Mei dan 15 November.

Seri FR0057 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50 persen, jatuh tempo 15 Mei 2041 dan pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Mei dan 15 November.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan lelang bersifat terbuka menggunakan metode harga beragam.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan imbal hasil (yield) yang diajukan.

Total alokasi pembelian non-kompetitif untuk dua SUN seri SPN03111214 dan SPN12120914 adalah maksimum sebesar 30 persen dari target indikatif. Sedangkan alokasi pembelian non-kompetitif untuk FR0053, FR0059, dan FRO057 adalah masing-masing sebesar 20 persen dari total yang dimenangkan.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual kelima seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

No comments: