Wednesday, November 30, 2011

Pasar Obligasi Global Sepi Karena Manila Libur

Rabu, 30 November 2011 21:10 WIB

(Vibiznews-Bonds& Mutual) Sesuai dengan pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia bahwa bank sentral saat ini menjamin akan melakukan intervensi di pasar obligasi rupiah. Dan jika diperlukan, akan mulai menggunakan cadangan devisanya untuk membeli obligasi Rupiah yang dikeluarkan oleh Pemerintah dari investor asing.

Aktivitas BI terlihat lebih agresif hari ini dibandingkan dengan penawaran yang lebih tinggi terhadap harga penutupan kemarin.Pergerakan BI mendorong harga lebih tinggi, khususnya untuk seri obligasi jangka panjang yang ada dalam tekanan. Yield atas obligasi tenor 10 tahun lebih rendah 12 sampai 15 bps dengan obligasi tenor 10 tahun dan obligasi tenor 11 tahun outperform.

Yield indikatif:
1 tahun SPN 4.70%
3 tahun FR26 5.37%
5 tahun FR55 5.62%
10 tahun FR53 6.65%
15 tahun FR56 7.10%
20 tahun FR54 7.64%

Hari yang sangat sepi untuk obligasi global karena Manila libur hari ini. Tidak ada transaksi perdagangan di pasar dan likuiditas tipis. Harga obligasi INDON tidak berubah dari kemarin. Spread Indon 21 terhadap UST tidak berubah dalam kisaran T+249 bps, meskipun CDS tenor 5 tahun adalah 5 bps lebih lebar.

Harga penutupan: Indon 21 dalam kisaran 103.75/104.25, Indois 18 dalam kisaran 99.75/100.00, dan PLNIJ 21 dalam kisaran 98.375/98.75 (+25 sen). Indo CDS tenor 5 tahun dalam kisaran 250/255 (+5 bps).

Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 3.29% / 2.86%
Indon 15 3.54% / 3.24%
Indon 20 4.35% / 4.21%
Indon 21 4.38% / 4.32%
Indon 35 5.36% / 5.27%
Indon 38 5.41% / 5.30%

No comments: