Selasa, 06 Desember 2011 19:00 WIB
(Vibiznews-Bonds& Mutual) SBI dalam jumlah besar akan jatuh tempo dalam 2 hari , Surat berharga jangka pendek seperti SPN mendominasi perdagangan hari ini sebagai penggantinya. Sebagai indikasi, surat berharga SPN tenor 6 bulan diperdagangkan dengan yield 3.8%. Secara terpisah, pasar umumnya sepi meskipun harga tetap menguat karena adanya support yang kontinyu dari BI. Obligasi tenor 10 tahun saat ini diperdagangkan dengan yield hampir mendekati 6%, sepanjang hari rendah.
Yield indikatif:
1 tahun SPN 4.25%
3 tahun FR26 5.26%
5 tahun FR55 5.38%
10 tahun FR53 6.03%
15 tahun FR56 6.63%
20 tahun FR54 7.11%
Obligasi Indon melemah dan spread melebar hari ini, harga lebih rendah 25 – 50 sen, setelah S&P menaruh 15 Euro untuk rating review negara-negara Eropa. Indon 21 diperdagangkan menurun menjadi 106.75 dan 106.625. Indois 18 turun menjadi 100.00. Spread Indon 21 terhadap UST saat ini adalah T+205 bps (+4 bps). Harga penutupan: Indon 21 dalam kisaran 106.50/107.00 (-50 sen), Indois 18 dalam kisaran 99.875/100.125 (-25 sen), dan PLNIJ 21 dalam kisaran harga 99.50/100.25 (-25 sen). Indo CDS tenor 5 tahun dalam kisaran 206/211 (tidak berubah).
Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 3.17% / 2.73%
Indon 15 3.20% / 2.90%
Indon 20 4.08% / 3.98%
Indon 21 4.04% / 3.99%
Indon 35 5.27% / 5.17%
Indon 38 5.30% / 5.21%
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment